Sesi Horor
CERITA HOROR: “Sesi di Suku77”
Namaku Raka.
Aku selalu penasaran pada hal-hal misterius, termasuk platform yang belakangan ini ramai dibicarakan: Suku77. Katanya, itu hanya tempat hiburan yang penuh simbol dan kejutan.
Tapi tidak ada yang memberitahuku tentang sisi gelapnya.
Malam itu, sekitar pukul 01.33, aku memutuskan untuk mencoba Suku77 sendirian.
Simbol yang Tidak Seharusnya Muncul
Saat pertama kali masuk, layar terlihat biasa saja: panel berputar, lampu-lampu warna-warni, ikon buah dan angka. Tapi setelah beberapa kali mencoba, muncul simbol yang tidak pernah kulihat di review mana pun.
Simbol itu berupa wajah pucat tanpa mata.
Saat muncul, lampu di kamar berkedip.
Kupikir hanya kebetulan.
Aku menekan tombol sekali lagi.
Panel berputar lebih cepat daripada sebelumnya, suara klik-klik-klik berubah seperti bisikan.
Dan saat berhenti, simbol wajah pucat itu muncul lagi, tapi kali ini… wajahnya tersenyum.
Senyum panjang.
Senyum yang tidak manusiawi.
Notifikasi yang Bukan dari Sistem
Tiba-tiba ponselku bergetar.
Sebuah notifikasi muncul:
“JANGAN BERHENTI. KAMI MENONTON.”
Aku terdiam.
Aku tahu persis Suku77 tidak punya fitur chat, apalagi notifikasi personal seperti itu.
Tapi notifikasi itu muncul dari aplikasi yang sama.
Keringat dingin mulai turun.
Aku tekan tombol “keluar”, tapi layar tidak merespon.
Panel berputar sendiri.
Padahal aku tidak menyentuh apa pun.
Putaran ke-77
Simbol-simbol mulai berubah bentuk.
Buah menjadi layu.
Bintang berubah menjadi mata.
Dan angka… berubah menjadi hitungan mundur.
77… 76… 75…
Seolah sistem memaksaku menonton.
Saat hitungan mencapai 7, suara bisikan terdengar dari speaker:
“Kamu tidak seharusnya masuk malam ini…”
Panel berhenti di simbol wajah pucat—kini dengan mata hitam pekat menatapku.
Lampu kamar padam.
Sosok di Belakangku
Dalam kegelapan total, hanya layar ponsel yang menyala.
Dan dari pantulan layar itu… aku melihat bayangan seseorang berdiri tepat di belakangku.
Tinggi.
Kurus.
Kepalanya miring seperti sedang mengamati.
Aku tidak berani menoleh.
Simbol di layar tiba-tiba berubah menjadi teks:
“PUTARAN TERAKHIR.”
Tanganku bergetar saat mencoba mematikan ponsel, tapi layarnya hanya berkedip dan mengulang kembali pesan tadi.
Tiba-tiba bayangan itu mendekat.
Aku bisa merasakan napas dinginnya di leherku.
Aku nekat menekan tombol “power” selama lima detik.
Layar padam.
Bayangan di belakangku hilang.
Aku langsung melompat dari kursi dan menyalakan lampu.
Tidak ada siapa pun.
Keesokan Harinya
Saat membuka ponsel, aplikasinya sudah hilang.
Bukan terhapus—betul-betul hilang seperti tidak pernah ada.
Tapi ada satu hal yang membuatku hampir menjatuhkan ponsel.
Di galeri, ada screenshot
yang bukan aku yang ambil:
Sebuah gambar panel Suku77 dengan simbol wajah pucat…
dan aku, di belakang, sedang menunduk.
Dan di belakangku…
Ada sosok yang berdiri.
Masih tersenyum.
Komentar
Posting Komentar